Senin, 16 September 2013

KESUKSESAN Itu Ibarat Gedung

Kesuksesan ibarat gedung bertingkat, semakin tinggi gedungnya, maka semakin diperlukan usaha untuk mencapai lantai tertinggi. Pengibaratan ini bukan berarti bahwa kesuksesan hanya dimiliki oleh orang-orang yang bekerja dikantor. Kesuksesan bisa terjadi apabila kita mau berusaha dalam mencapainya, sama halnya dalam mencapai gedung tertinggi di dalam sebuah gedung bertingkat.
Seorang bisa dikatakan sukses apabila mampu mempunyai dua sifat untuk sukses, yakni Naturalis dan Modernis. Seseorang yang mempunyai sifat Naturalis dapat memahami hakikat hidupnya, untuk apa dia hidup?, dan untuk siapa dia hidup? Sifat Naturalis ini dapat membimbing dalam memahami prinsip-prinsip Ketuhanan. Sifat Naturalis juga dapat mendorong untuk saling bersimpati dan empati atas keadaan lingkungannya dan mau berbagi dengan sesamanya.
Sebagian besar orang sukses berasal dari menemukan hal-hal yang Naturalis, karena seseorang yang berawal dari Naturalis lebih banyak mempelajari hal yang sederhana kemudian mengembangkannya menjadi hal yang besar, seperti halnya orang-orang yang sukses yang berawal dari orang-orang yang dahulunya sulit dalam keadaanya, kemudian berjuang utnuk dapat memperbaiki kehidupannya dengan melakukan apa saja yang dapat mengundang Keridhaan Allah SWT. Dari hal inilah tentu akan mengembang menjadi pengalaman-pengalaman yang dapat mempermaju dirinya dikemudian hari.
Selain sifat Naturalis yang ada pada diri seseorang juga harus memiliki sifat Modernis. Sifat Modernis ini mendorong kita untuk berani berkompetisi dalam persaingan, tidak gampang menyerah, dan selalu mencari inovasi dan solusi apabila rencana awal yang disusun gagal. Modernis ini mengarahkan seseorang untuk merencanakan pribadi dan lingkungannya dimasa depan.Sifat Modernis ini membimbing seseorang untuk  memandang kedepan dalam kehidupannya.
Seseorang yang bisa dikatakan sukses ialah seseorang yang mampu menggabungkan sifat Naturalis dan Modernis pada dirinya. Seseorang ini mampu menggunakan Hati Nurani dan Logikanya untuk melakukan yang terbaik bagi pribadi dan lingkungannya. Ia mampu menggabungkan Dasar-dasar Ketuhanan dan Aplikasinya bagi pribadi dan lingkungannya. Ia juga mampu mengendalikan pribadinya untuk menggapai prestasi yang lebih besar, walau sebenarnya ia mengorbankan hal-hal yang diimpikannya.
Seperti halnya gedung bertingkat, Pribadi Naturalis dan Modernis ini tidaklah dicapai sekejap mata dalam waktu yang singkat. Diperlukan waktu setahap demi setahap untuk mencapai lantai tertinggi (kesuksesan puncak). Dan ketika mencapai di tingkat tertinggi tidaklah semudah yang dibayangkan, karena banyak angin-angin yang sering menggoyangkan untuk menjatuhkan. Untuk itu sebelum mencapai gedung teringgi, siapkan bekal yang cukup untuk mempersiapkan menuju tingkat atas.
Seorang Naturalis dan Modernis bukannya tidak pernah bertemu dengan kegagalan. Kegagalan ini menurutnya ialah bukan sesuatu yang ditangisi apalagi disesali. Dari kegagalan ini menjadi cambuk yang ampuh untuk melaju keatas. Mereka para Naturalis dan Modernis sangat berterima kasih dengan kegagalan. Dengan kegagalan ini membuat mereka bangkit dan maju dalam menggapai impian.
Mereka yang mampu menggapai lantai diatas harus tahu agar kesuksesan itu langgeng. Menurutnya, hal-hal utama yang membuat langgeng ialah selalu dekat dengan Allah SWT. dan selalu bisa bermanfaat bagi sesamanya, walaupun itu seekor semut sekalipun. Mereka enggang untuk kotor dan merugikan pribadi orang lain yang mendukungnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar